Pada setiap orang yang hadir dalam hidupku
Aku memberikan sebuah keramik pada setiap orang
Mungkin aku tidak memberikan keramik yang sama pada setiap orang
Namun, aku memberikan sebuah keramik yang utuh pada setiap orang
. Ada banyak orang yang saya repotkan pada saat itu. Harus bangun pagi-pagi buta, langit masih gelap udah sampe di kampus. Padahal, malemnya baru tidur beberapa jam aja karena harus mengerjakan tugas untuk hari itu. Selain itu, bawa barang yang aneh-aneh terus diam saja saat kakak-kakak tingkat itu berkoak-koak seperti burung beo di lapangan. Walaupun beberapa kali sempat melanggar beberapa aturan, tapi orang-orang disekitar saya meyakinkan bahwa hal itu tak apa. Sempat sedih juga karena 