Pages

June 08, 2010

Ospek dimata saya

Tak terasa semester dua hampir berlalu dan tak terasa pula sudah hampir satu tahun saya menempuh pendidikan di kota ini. Waktu serasa beralan sangat cepat. Padahal, baru kemarin rasanya saya menjalani apa yang disebut dengan pengenalan kehidupan perguruan tinggi . Bahkan saya masih ingat sebagian besar tugas yang diberikan oleh kakak tingkat pada saya pada saat itu. Bila mengingat itu semua, saya merasa seperti orang bodoh saja melakukan semua hal-hal itu Smiley. Ada banyak orang yang saya repotkan pada saat itu. Harus bangun pagi-pagi buta, langit masih gelap udah sampe di kampus. Padahal, malemnya baru tidur beberapa jam aja karena harus mengerjakan tugas untuk hari itu. Selain itu, bawa barang yang aneh-aneh terus diam saja saat kakak-kakak tingkat itu berkoak-koak seperti burung beo di lapangan. Walaupun beberapa kali sempat melanggar beberapa aturan, tapi orang-orang disekitar saya meyakinkan bahwa hal itu tak apa. Sempat sedih juga karena
banyak teman yang harus berlomba dengan waktu agar tidak tertinggal waktu sholat ashar. Serasa ingin marah saja pada orang-orang itu. Andai saja saya nggak butuh sama sertifikat lulus kegiatan ini, sudah saya tinggalkan kegiatan ini dari awal. Bahkan sampe sekarang kalo ketemu sama kakak tingkat yang dulu marah-marah masih males aja.Smiley


Tak terasa beberapa saat lagi sudah akan ada kembali kegiatan yang bagi saya sangat aneh ini. Ya, jujur harus saya akui bahwa saya termasuk orang yang tidak terlalu tertarik dengan kegiatan semacam ini. Tahun lalu pun ketika saya menjalani kegiatan ini, saya hanya menjalaninya dengan sewajarnya karena terlalu malasnya menjalani kegiatan semacam ini. Ya, agar tidak sampe berurusan dengan kakak tingkat saja. Yang penting lulus. Sudah beres.
Saya jadi bertanya-tanya sendiri atau mungkin ada banyak orang diluar sana yang juga menanyakan hal yang sama seperti saya, yaitu ‘Apakah kegiatan pengenalan kehidupan kampus itu perlu?’. Mungkin akan ada banyak yang menjawab perlu, tetapi tidak sedikit saya kira yang merasa tidak perlu. Setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri atas jawaban masing-masing. Saya menghormati semua ituSmiley

Kalo secara umum ditanya, kegiatan pengenalan kehidupan perguruan tinggi ini tentu sangat perlu mengingat bahwa kehidupan kampus jelas jauh berbeda dengan kehidupan SMP atau SMA. Mahasiswanya pun berasal dari berbagai daerah sehingga diperlukan adaptasi terhadap lingkungan barunya serta bagaimana aturan dan segala hal yang berlaku di perguruan tinggi tersebut yang sangat diperlukan selama ia menempuh pendidikan. Bila kita lihat dari aspek ini, maka jawabannya tentu perlu. Selain itu, dengan adanya pengenalan kehidupan kampus ini tentu sedikit banyak dapat mempererat persatuan di kalangan mahasiswa baru. Mereka dapat lebih mengenal teman-teman satu angkatan. Hal ini disebabkan akan ada kegiatan-kegiatan yang mengharuskan mereka bekerja sama secara kelompok sehingga secara tidak langsung mereka akan lebih mengenal teman-teman satu angkatan. Hal ini juga sangat baik saya kira.

Akan tetapi, kenyataan tidaklah seindah teori-teori di atas. Pengalaman saya pribadi, saya merasa setelah kegiatan tersebut, saya masih sangat buta tentang kehidupan perguruan tinggi. Ada banyak hal yang saya pikir sangat penting dalam kehidupan perguruan tinggi tidak saya dapatkan selama kegiatan pengenalan kehidupan kampus ini. Selain itu, tidak bisa ditawar lagi bahwa banyak dana dan tenaga yang terkuras selama kegiatan ini. Untuk hal yang terakhir ini, mungkin setiap kampus akan berbeda tergantung pola kegiatannya. Hal lain yang tidak saya sukai dari kegiatan ini adalah tingkah kakak tingkat yang marah-marah. Saya tahu kalau hal itu hanya pura-pura, tetapi apakah kegiatan ini semacam ini penting…?? Apakah mendidik disiplin dan mental seseorang harus dengan cara seperti ini..?? Smiley Saya sendiri tidak bisa menjawab dengan pasti hal ini, tetapi saya yakin ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendidik mental dan disiplin seseorang tanpa harus membentak. Saya jadi teringat ada yang pernah mengatakan seperti ini, “Kami tidak bias menghindari adanya bentakan karena kalau tidak ada bentakan-bentakan dikhawatirkan mahasiswa baru akan menganggap remeh kegiatan ini.” Kurang lebih seperti itulah pernyataannya, redaksinya nggak persis itu sih, tapi intinya sama. Panitia tidak bisa menghindari adanya bentakan-bentakan tersebut karena kalo nggak ada bentakan-bentakan itu, takutnya maba (mahasiswa baru) akan menganggap remeh kegiatan ini. Mungkin ada benarnya juga, tetapi cara bentaknya mungkin yang harus dilihat juga ya. Jangan terlalu berlebihan saya pikir dan jangan sampai main fisik. Kalo ditempat saya, Alhamdulillah nggak ada hal-hal seperti itu, paling hanya bentakan-bentakan saja. Yang saya sesalkan mungkin hanya masalah waktu sholat dan macam-macam barang yang dibawa saja. Sangat saya sesalkan. Bahkan kakak saya pernah berkata karena herannya dengan banyaknya barang yang harus saya bawa, “Kamu mau ospek atau rekreasi sih..??”. Saya juga berfikir seperti itu. Mungkin maksud panitianya, biar mabanya nggak kelaperan karena kegiatannya dari pagi sampe sore, tapi barang-barang yang dibawa sama sekali tidak mengenyangkan bagi saya dan tidak mengajarkan konsep kesederhanaan.

Hal lain yang menjadi perhatian saya, jangan sampai kegiatan ini menghambat kegiatan akademis mahasiswa baru. Menurut saya, mahasiswa baru itu masih perlu banyak bimbingan dari kakak-kakak tingkat. Melalui kegiatan ini seharusnya dapat menanamkan pada mahasiswa baru bahwa ada banyak hal sulit yang menanti mereka di depan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi; menanamkan bahwa kehidupan kampus tidak sama dengan SMA. Untuk menjadi mahasiswa haruslah berbeda dengan pelajar SMA, dibutuhkan mental dan kemampuan berpikir yang cermat dan tepat dalam menjalani semuanya serta sebagai mahasiswa memiliki dasar yang kuat dalam setiap hal yang kita lakukan dan setiap hal yang kita gunakan sehingga kita dapat mempertanggunjawabkan semuanya. Mungkin hal-hal seperti itu yang ingin ditanamkan selama kegiatan ini. Namun sayangnya, tidak semua maba dapat memahami hal-hal semacam ini. Sangat jarang sekali yang berpikir ke arah sana dalam keadaan tertekan saat dimarahi dan dibentak-bentak seperti itu.

Terakhir, yang saya harapkan dari kegiatan pengenalan kampus tahun ini, tidak hanya di kampus saya melainkan untuk semua kampus di Indonesia. Semoga kegiatan pengenalan kehidupan kampus tahun ini dapat berlangsung lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga tidak akan ada lagi mahasiswa baru yang keluar dari kampus hanya karena tidak kuat dengan sistem pembinaan mahasiswa baru di kampus atau jurusannya. Sangat disayangkan ketika seseorang tidak dapat melanjutkan pendidikannya hanya karena kegiatan semacam ini. Dan untuk para mahasiswa baru, jangan takut dengan kegiatan ini, dijalani saja. Akan tetapi jangan pernah mau bila disuruh melakukan aktivitas apapun yang tidak mendidik dan bermanfaat bagi kalian. Tolong bedakan mana kegiatan yang benar-benar mendidik dan mana kegiatan yang hanya ingin ‘mengojlok’ kalian. Bila kalian merasa benar, maka perjuangkan itu, jangan hanya diam saja. Namun harus diingat juga bahwa kalian harus punya dasar dan alasan yang kuat atas tindakan, pilihan dan ucapan kalian.
Smiley






Saya bukanlah siapa-siapa, hanya seseorang yang ingin menuliskan pendapat saya. Bila ada pihak-pihak yang merasa tersinggung, dengan tulus saya mohon maaf.


1 comment:

  1. saya sempat baca di surat kabar, seorang wali murid merasa kalo Opspek anaknya sangat memberatkan bagi dirinya.

    ReplyDelete