Pada setiap orang yang hadir dalam hidupku
Aku memberikan sebuah keramik pada setiap orang
Mungkin aku tidak memberikan keramik yang sama pada setiap orang
Namun, aku memberikan sebuah keramik yang utuh pada setiap orang
Keramik yang saya bicarakan di atas tentu bukan keramik dalam makna yang sebenarnya. karena keramik yang saya maksud disini adalah kepercayaan yang saya berikan pada setiap orang yang hadir dalam hidup saya. Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya dapat mempercayai semua orang karena pada dasarnya saya tidak bisa memberikan rasa percaya pada semua orang dan dengan kadar yang sama (salah satu hal yang mungkin harus saya rubah). Namun, ketika saya percaya pada seseorang, maka saya akan berusaha untuk tidak menariknya kembali. Saya mengandaikan rasa percaya yang saya berikan pada orang lain sebagai sebuah keramik, karena keramik itu mudah pecah dan ketika keramik itu sudah pecah, seberapa keraspun kita berusaha untuk menyusunnya kembali, bekasnya akan tetap ada. Bagi saya, rasa percaya saya pada orang lain seperti sebuah keramik, ketika rasa percaya itu sudah dirusak, maka akan sangat sulit bagi saya untuk bisa mempercayai orang tersebut seperti semula. Kepercayaan yang ada sudah tidak utuh lagi. Bukan berarti saya tidak bisa melupakan atau memaafkan, memaafkan bukanlah hal yang sangat sulit, karena memang masalahnya tidak terletak disana. Entah mengapa, sulit sekali untuk bisa memberikan rasa percaya yang sama pada orang yang pernah menghancurkan rasa percaya itu.
Beberapa keramik yang aku berikan telah retak beberapa bahkan ada yang sudah pecah. Ada keramik yang sempat kususun kembali, namun saat keramik itu belum terbentuk seutuhnya, keramik itu dihancurkan kembali olehnya. Untuk saat ini, belum ada niat untuk menyusunnya kembali…, biarkan saja untuk saat ini keramik-keramik itu berserakan…. Saya masih ragu untuk menyusunnya sendiri, mungkin saja yang bersangkutan ingin menyusunnya sendiri. Namun.., ada juga keramik yang saya biarkan saja.
Mungkin saya harus belajar banyak untuk bisa mempercayai orang lain, dan mungkin kita semua, termasuk saya, harus belajar banyak untuk bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan pada kita. Karena kepercayaan itu seperti halnya keramik, sesuatu yang mudah sekali pecah.
Sangat berharap saya dapat mengganti keramik yang sudah retak ataupun yang sudah hancur itu dengan keramik yang baru dan lebih baik.
hanya sebuah tulisan
dari seorang anak manusia
yang harus banyak belajar dan berbenah diri
dari seorang anak manusia
yang harus banyak belajar dan berbenah diri
No comments:
Post a Comment