Tetapi, entah mengapa, belakangan kalau saya menonton acara-acara humor ini, bukannya tertawa, saya malah mikir :D kecuali memang sesuatu yang lucu :P
Bukan karena apa-apa. Saat menonton acara-acara tersebut, kalau misal yang jadi bahan candaan merupakan sesuatu yang tampak suatu kebohongan, saya malah nggak jadi ketawa :P
Soalnya saat itu saya jadi teringat salah satu Hadits Rasulullah :
"Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. "(HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Saya malah jadi agak 'sedih' kalau nonton acara humor yang humornya itu mengandung dusta :-|
Selain masalah dusta.., saya juga tidak suka kalau bahan humornya itu tentang kondisi fisik atau tentang orang tua.., jadi keinget Hadits lain juga :
Dari 'Abdullah bin 'Amru RA, katanya : Rasulullah SAW. berkata : "Termasuk dosa yang paling besar adalah kalau orang mengutuk kedua orang tuanya". Ada yang bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimana orang mengutuk ibu-bapaknya?". Beliau menjawab: "Kalau seseorang mencaci bapak orang lain, lalu orang lain itu membalas mencaci bapaknya dan ibunya". (HR. Bukhari)Yaa.., ini hanya sedikit ungkapan ketidaknyamanan saya akan acara humor yang saat ini semakin banyak macamnya yang ditayangkan oleh media, baik media cetak maupun media elektronik. Saya kira tidak perlu berbohong dan mencaci hanya untuk mengundang tawa. Rasul pun suka bercanda, tapi Rasul tidak pernah berdusta saat bercanda dan tidak pula mencaci.
PS: kalau tidak salah, kedua hadits di atas ada pada dua komik favorit saya berikut :-)

No comments:
Post a Comment