Pages

October 04, 2013

Bahagia itu Sederhana

"Tersenyum karena kita bahagia atau kita akan bahagia saat tersenyum"

Kira-kira mana yang lebih tepat? :D
Well, saya tidak ingin membahasa hal itu saat ini, karena saya sendiri pun masih tidak belum tahu mana yang tepat... #-o
Namun, bila kebahagiaan dan senyum adalah dua hal yang saling terkait, saya kira semua setuju ya?! *entah kaitannya apa*

Oke, kira-kira hal apa yang bisa membaut kita bahagia atau tersenyum?
Menang kuis atau lomba?
Lulus ujian SMP atau SMA atau SNMPTN?
Lolos seleksi beasiswa?
wisuda?
atau dapet pekerjaan?
atau jadi orang kaya mendadak? :)

ya, mungkin hampir semua orang akan bahagia plus senyum-senyum (senyumnya jangan kelamaan ya :p ) saat salah satu atau salah dua dari hal-hal di atas terjadi dalam perjalanan hidup kita...
Tetapi, kebahagiaan, saya kira tidak melulu hal-hal yang besar dan heboh, tak jarang kita bisa bahagia hanya dengan hal-hal yang kecil.



Sebagai contoh, bahagia karena memberi atau bahagia karena menolong orang lain. Ya, saya kira, bahagia itu tidak hanya saat kita memperoleh sesuatu dari orang lain atau mendapat bantuan. Yaahh.., walaupun saya paham kok, siapa sih yang bakal nolak barang gratisan... *eh B-)
Tetapi, bukankah tangan diatas lebih baik dari tangan di bawah? ;)

 Ada hal lain yang *tanpa saya sadari* membuat saya tersenyum *dalam hati* :cool: Hal yang sederhana memang..
Tersenyum saat melewati suatu masjid atau mushola, kemudian lihat ada gerobak yang di parkir di depan masjid atau mushola itu, tetapi pedagangnya nggak ada.
 Bukan, saya senyum atau senang bukan karena saat saya lewat masjid itu saya sedang lapar dan ingin beli pemadam kelaparan.
Yang buat saya tersenyum itu, karena pedagang ini, terlepas dari kondisinya yang saya sendiri tidak tahu, seseorang yang sedang berusaha mengumpulkan lembaran-lembaran rupiah, meluangkan waktu untuk menghadap pada Sang Pemberi Rezeki.

 Apa istimewanya seorang muslim yang berada di masjid saat sudah memasuki waktu sholat?

 Ya, memang tak ada yang istimewa *seharusnya* karena hal ini merupakan kewajiban bagi seorang yang mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah. Namun, marilah kita lihat keadaan sekeliling kita. Kita hanya diwajibkan meluangkan waktu lima kali dalam sehari untuk menghadap kepada Sang Pemberi Kehidupan. Namun, bukankah tak sedikit dari kita yang menganggap melalaikan atau meninggalkannya merupakan hal yang biasa?
Kalau sekolah atau kerja aja kita rajin absen, masa ke yang menciptakan kita, kita nggak mau? :-?

Hal lain yang buat saya tersenyum itu, waktu naik angkot di hari jum'at pas matahari udah mau ditengah-tengah, terus supir angkot yang saya naiki ngebut *jadi lebih cepet sampai :D* karena ingin ngejar waktu sholat jum'at. (sholat kok dikejar to pak :p)
Ya, sholat dua raka'at yang hanya seminggu sekali ini, bukankah tak jarang kaum adam yang melewatkanya begitu saja?

 Hal lain lagi, saat lihat warung bakso yang bertuliskan "Hari Jum'at buka Jam 1 siang" :)

 ahh.., hal-hal ini, bukankah sangat sederhana? bukankah seharusnya hal-hal ini tidak menjadi sesuatu yang jarang untuk disaksikan? hhmm.., mungkin ada yang salah dengan diri kita saat ini sehingga sesuatu yang benar justru menjadi asing dan aneh... Mungkin rasa cinta kita pada dunia telah melebihi dari apa yang seharusnya? (*kita? mungkin saya saja :-S )


Malang, 12 November 2012 
Saat hal-hal kecil ini terlintas kembali dalam perjalanan ke kampus

*repost tulisan d blog myopera :)

No comments:

Post a Comment