Hujan es batu..?? Emang ada ya…?? Yang namanya hujan ya hujan air lah…, masa hujan es…!! Hehe .., Well, hujan yang sehari-hari kita kenal memang hujan air atau ada juga hujan salju yang biasa terjadi di negara 4 musim, tapi kalo yang namanya hujan es batu mungkin masih agak asing di telinga kita. Saya bilang asing karena beberapa orang mungkin sudah mengetahui adanya hujan ini atau bahkan pernah melihatnya secara langsung, karena hujan es beberapa kali pernah terjadi di Indonesia. Nah, kali ini kita akan mencoba mengenal bagaimana hujan es ini dapat terjadi..
Hujan es batu ( hail) memang salah satu keadaan cuaca yang sangat tidak biasa yang kita alami. Bayangin aja kalo seandainya kita melihat dan mendengar es batu berjatuhan dari langit.., menakutkan bukan? Atau justru seru..?? hehe …Tapi, yang pasti akibat dari hujan es ini tidaklah kecil, banyak kerusakan yang mungkin akan terjadi, bahkan binatang ataupun manusia dapat terbunuh karena hujan es ini. Es batu sebesar kerikil pun dapat meretakkan kaca mobil kita.., dan bayangkan bila es batu dengan ukuran yang relatif lebih besar maupun lebih kecil jatuh dalam jumlah yang lebih banyak dan dalam waktu yang cukup lama…, berbagai kerusakan kemungkinan besar akan terjadi.
Secara ilmiah, hujan es ini isebut dengan ‘hail stone’.Hujan es batu ini biasanya terjadi ketika cuaca hangat dan dalam banyak kasus disertai dengan guntur, kilat dan hujan. Es batu terjadi ketika tetesan air hujan membeku ketika melewati sabuk udara dingin ketika meluncur menuju bumi.
Setetes air hujan membentuk butiran es batu yang sangat kecil. Tapi hal yang menarik dapat terjadi pada tetesan air hujan seperti itu. Saat jatuh sebagai es batu, ia dapat bertemu dengan arus udara naik yang kuat. Maka es ini akan terbawa lagi ke tingkat dimana air hujan berjatuhan. Tetesan baru mulai menempel pada es batu ini, dan saat jatuh sekali lagi melewati sabuk udara dingin, tetesan baru ini menyebar menjadi lapisan di sekitarnya dan membeku, sehingga es batunya menjadi bertambah besar.
Terangkat dan jatuhnya butiran es batu ini dapat terulang beberapa kali sampai lapisan bertambah tebal sehingga cukup berat untuk melewati gaya peningkatan arus udara. Sekarang butiran itu jatuh ke bumi.Secara ilmiah, terjadinya hujan es ini dari proses updraft (geraan udara ke atas) pembentukan awan cumulonimbus yang menjulang tinggi seperti jamur. Proses updraft disertai dengan udara basah dari bawah, ketika mencapai ketinggian dengan suhu di bawah nol derajat (sekitar ketinggian 5000 meter) uap air yang sangat dingin bertemu dengan inti kondensasi pembentuk awan yang kemudian membentuk gumpalan es. Butiran es kemudian jatuh bersamaan dengan hujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang atau putting beliung. Kejadian ini potensial terjadi pada musim pancaroba karena angin cenderung lemah dan berubah-ubah arah sehingga pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif tinggi. Penguapan yang intensif diperkuat dengan kondisi MJO (Madden Julian Oscilation) yang mengindikasikan konveksi kuat. Akibatnya udara hangat yang mengandung uap air didorong cepat ke atas mencapai daerah yang sangat dingin.
Oya.., diameter es pada hujan es ini dapat mencapai 7 hingga 10 cm dan massanya dapat mencapai setengah kilo. (Wah berat juga ya…)
Yah semoga saja hujan es batu ini tidak terjadi lagi…, tapi kalo pedagang es bakalan untung nih kalo ada hujan es..hehehe…. Eits… Tunggu dulu….. Emang es yang jatuh waktu hujan es ini baik untuk dikonsumsi..??!!! ternyata es yang terbentuk pada proses hujan es ini tidak layak untuk dikonsumsi, hal ini disebabkan es yang terbentuk terbuat dari uap yang terkondensasi pada partikel-partikel yang umumnya bersifat polutan udara.., hal ini tentu mengakibatkan es batu nya tidak layak untuk dikonsumsi…
wow.. tenkyu penjelasannya :D
ReplyDeletesip2, kebetulan lagi ada hujan es batu akhir-akhir ini di Jepang..
sama-sama mbak.... :D
Deletewahh.., langsung liat hujan esnya nih..., pingin liat juga *eh