Mana yang lebih cantik...?? Hayo.., cantikan yang mana...?? (sama aja yah... hehe)
Cantik…
Sebuah kata yang memiliki effect yang luar biasa pada wanita. Mungkin hampir semua wanita sangat mendambakan mendapat pujian itu dari orang lain, terutama dari lawan jenis…hmm. Tapi…, cantik itu yang kayak apa sih…??? Cewek yang kulitya putih mulus kah…?? Yang senyumnya manis kah…?? Yang badanya seksi kah….?? Apakah cewek-cewek atau wanita yang termasuk dalam krtiteria itu sajakah yang disebut cantik…??? Apakah definisi cantik hanya terletak pada kondisi fisik seseorang saja??
apakah seorang wanita yang dalam criteria ini tak termasuk dalam definisi cantik?? Ataukah justru bila ada wanita yang seperti ini justru jauh dari kata cantik…?? Terutama dalam pandangan para pria?? Apakah wanita yang pintar, justru dalam pandangan para pria dapat menyaingi mereka sehingga dipandang sebagai wanita yang tidak cantik??
Bila kita lihat kondisi saat ini, mungkin cantik atau tidaknya seseorang lebih banyak dilihat pada fisiknya semata, lebih dinilai pada hal-hal yang Nampak dengan mudah. Yah seperti wajah, kulit yang putih mulus ataupun tubuh yang seksi. Kontes-kontes kecantikan yang belakangan makin sering dilaksanakan, paling tidak sedikit banyak menunjukkan bagaimana kata ‘cantik’ itu didefnisikan. Meskipun embel 3B, Brain, Beauty and Behaviour selalu didengung-dengungkan, namun tetap saja peragaan gaun malam yang menampakkan keelokan tubuh menjadi acara waib. Namun, ternyata kecantikan itu tak hanya bisa kita nilai dari wajah semata. Ada kecantikan lain yang tak bisa kesampingkan begitu saja, yaitu kecantikan moral atau mungkin lebih banyak yang menyebutnya inner beuty.
Saat ada kontes kecantikan yang mensyaratkan adanya peragaan pakaian renang maupun gaun-gaun malam yang glamour, ternyata Aya Ali al-Mulla mampu menunjukkan bahwa ia dapat terpilih menjadi ‘Ratu Kecantikan’ Arab Saudi tanpa menunukkan sedikitpun lekuk-lekuk tubuhnya. Dengan wajah yang selalu tertutup cadar, dan dengan mengenakan pakaian hitam khas Arab Saudi ‘Abaya’ yang menutupi seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, Aya Ali al-Mulla mengalahkan 274 pesaingnya dan gadis berusia 18 tahun ini dinobatkan menjasi ‘Ratu Kecantikan Moral’ (Queen of Beautiful Morals).
Mungkin melalui kontes ‘kecantikan moral’ ini kita dapat melihat bahwa kecantikan tidak melulu tentang mulusnya wajah ataupun kulit, tidak selalu terkait dengan seberapa bagusnya tubuh yang kita miliki, karena semua itu hanya bersifat sementara, kecantikan yang mungkin hanya dapat bertahan dalam beberapa tahun saja. Namun kecantikan dari dalam hati seseorang dapat bertahan lama, kecantikan yang mungkin tak berarti bagi kebanyakan orang, kecantikan yang mungkin mulai dilupakan oleh sebagian orang belakangan ini, karena tak semua orang dapat melhat kecantikan hati seseorang. Namun, tak ada salahnya bila kita semua menuju kearah itu….


Cantik itu relatif, tapi kalo diperhatiin, mbak yang pake cadar itu cantik juga loh... hehehe
ReplyDelete