Pages

September 14, 2009

Anak-anak zaman era-globalisasi, antara teknologi dan pembelajaran kehidupan.



Harus diakui bahwa revolusi global yang terjadi hampir mengubah seluruh cara hidup, berkomunikasi, berpikir dan mencapai kesejahteraan hidup manusia, termasuk dalam hal pendidikan. Bila diperhatikan, proses pendidikan baik formal maupun non formal tak bisa lepas dari teknologi. Hampir seluruh tingkat satuan pendidikan yang ada terus meningkatakan pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran di kelas. Sehingga tak mengherankan bila sejak dini anak-anak sudah tak asing lagi dengan dunia digital, misalkan komputer dan handphone. Dalam kesehariannya pun, anak-anak - terutama yang berada di kota-kota besar - sudah dbiasakan dengan kehidupan yang serba praktis dan hi-tech. Era globalisasi dan pengaruh yang besar dari barat sedikit banyak telah mempengaruhi kehidupan anak-anak.
Dunia bermain yang identik dengan dunia anak pun tak luput dari pengaruh revolusi teknologi ini. Anak-anak sekarang hampir tidak mengenal gobak sodor, congklak, ataupun bakiak, yang merupakan beberapa jenis permainan tradisional asli Indonesia.
Mereka lebih familiar dengan playstation, nintendo, maupun game-game online.
Bermain tak lagi harus berada di lapangan maupun alam bebas, tak mesti bersama dengan teman-teman yang banyak, dan anak-anak pun tak harus membuat alat permainan mereka terlebih dahulu saat mereka ingin bermain. Dengan hanya duduk manis dihadapan layar komputer, seorang anak pun dapat bermain dengan asyik. Game-game komputer lebih menarik permainan mereka daripada bermain diluar yang mungkin bagi mereka akan sangat panas dan kotor. Permainan-permainan modern yang memiliki tampilan yang menarik, variatif dan mudah dimainkan tentu lebih menarik bagi mereka daripada permainan tradisional yang tampilannya lebih sederhana. Bila diperhatikan anak-anak juga lebih memilih bermain di dalam rumah atau di dalam ruangan daripada bermain di alam bebas. Mereka akan memilih untuk duduk manis di depan televisi selama berjam-jam untuk menonton film kartun daripada harus berlari-larian di luar rumah. Dunia anak-anak zaman sekarang jelas telah berbeda 180 derajat dengan masa anak-anak beberapa tahun yang lalu. Permainan-permainan yang ada saat ini terkesan lebih melatih otak dan menjadikan mereka pasif, sementara fisik, mental serta kepribadian mereka sedikit terpinggirkan.
Anak-anak tentu tak bisa disalahkan seratus persen dalam hal ini. Karena mereka hanya berusaha untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada. Mereka hanya melakukan apa yang diperkenalkan lingkungan sosial dan kehidupan sejak mereka lahir. Perlahan-lahan zaman telah mengubah proses perkembangan dan pembelajaran mereka. Ada begitu banyak hal yang berbeda antara anak-anak saat ini dengan anak-anak zaman dahulu. Mulai dari jenis permainan hingga proses pendidikan.
Peningkatan jumlah populasi manusia serta pembangunan gedung-gedung yang tak terkendali mengakibatkan jumlah lahan terbuka bagi anak untuk bermain semakin berkurang. Bahkan akan sangat sulit untuk menemukan lahan terbuka di kota-kota besar seperti Jakarta. Hal ini tentu menjadi salah satu kendala dalam dunia bermain anak.
Selan itu, anak-anak saat ini terlalu sibuk pada aktivitas keseharian mereka daripada menghabiskan waktu mereka untuk bermain. Hampir seharian waktu mereka dihabiskan di sekolah, belum ditambah jadwal kursus-kursus yang siap menanti mereka saat pulang dari sekolah, kursus-kursus yang sering kali bukanlah keinginan mereka sendiri, melainkan pilihan orang tua yang menginginkan pembentukan dan pengembangan diri anak-anak mereka. Alhasil waktu yang tersisa bagi mereka untuk bermain sangatlah terbatas, bahkan mungkin hampir tidak ada. Dan hal ini diperparah dengan adanya anggapan bahwa kursus-kursus ataupun kegiatan di sekolah formal itu jauh lebih berguna bagi anak daripada bermain.
Perubahan zaman juga telah mengubah cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya. kesibukan pada pekerjaan masing-masing mengakibatkan orang tua saat ini lebih memilih membayar seorang pengasuh anak daripada mendidik anak-anaknya sendiri. Kalaupun tidak demikian, mereka membiarkan anak-anak mereka diasuh oleh televisi dengan membiarkan anak berjam-jam menonton televisi. Hal ini tentu sangatlah berbeda dengan proses pendidikan dari para orang tua zaman dulu, sehingga tak mengherankan bila watak maupun kepribadian anak pun akan berbeda.
Keluarga sebagai tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar seharusnya memiliki tanggung jawab yang besar dalam memperkenalkan anak pada permainan-permainan tradisional yang merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia. Orang tua memiliki andil yang besar dalam perkembangan anak-anaknya. Orang tua tak bisa hanya mebiarkan televisi sebagai pengasuh anak-anak mereka.


Tak ada salahnya memperkenalkan anak pada teknologi yang ada karena tak bisa dipungkiri bahwa zaman memang telah mengalami perubahan. Dan teknologi diciptakan memang untuk membantu kehidupan manusia, namun kehidupan manusia bukanlah teknologi.

2 comments:

  1. Jaman sekarang sebagai orang tua memang harus lebih sigap terhadap perkembangan kemajuan teknologi, tapi orang tua pun juga harus memantau anak anaknya untuk mengarahkan yang lebih bagus.
    hal itu tidak perlu di risaukan.

    ReplyDelete
  2. yups..., wah kalo orang tuanya kamu mah pasti tau perkembangan teknologi mah... ^-^

    ReplyDelete